Budaya duduk simpuh

Sikap duduk yang terbaik dalam melakukan berbagai aktifitas seperti nonton TV, membaca, belajar, makan, minum dan lainnya adalah dengan duduk pembakaran atau disebut duduk simpuh.

Sesungguhnya, di dalam tubuh manusia terdapat sejumlah “tombol”. salah satunya adalah tombol pembakaran yang terletak di pangkal telapak kaki atas, antara jempol dan telunjuk.  Tombol pembakaran jika ditekan agak lama dan keras akan menimbulkan polarisasi medan magnet di telapak kaki kita sehingga terjadi konversi energi negatif menjadi energi pembakaran yang berguna untuk membakar asam urat, gula darah,  kolesterol, asam laktat, crystal oxalate dan racun tubuh di jaringan telapak khaki.

Ketika kita melakukan duduk pembakaran dengan benar maka akan terjadi perubahan warna di telapak kaki kita, mulai dari ungu, biru tua, hingga hitam. Dan setelah benar-benar mengalami proses pembakaran, telapak kaki kita akan berwarna merah delima serta terasa hangat ketika diraba.  Pada orang yang sedang terserang flu, pilek, atau keracunan obat, biasanya telapak kakinya akan terasa dingin, berkeringat, serta pucat, juga berwarna ungu hingga kehitaman.

Lakukan duduk seperti ini minimal 20 menit sehari agar kita mendapatkan kesegaran tubuh yang prima dan jauh dari beragam penyakit.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.