Hasil Penelitian.dr Sagiran SpB, MPH

18 Oktober 2008 - Leave a Response

Hasil Penelitian.dr Sagiran SpB, MPH
Dokter ahli bedah RS.Muhamadiyah Yogyakarta

Body Mass Index, penelitian terhadap 40 mahasiswa kedokteran UGM

“Murid saya menunjukan peningkatan kesehatan yang significant setelah mengamalkan duduk pembakaran minimal 20 menit, memakai sarung tidak menggunakan celana dalam, duduk pembakaran dilakukan sampai kaki terasa baal, kemudian dilanjutkan dengan sujud sehingga kaki terasa kesemutan.

Setelah melakukan senam ergonomic/senam perkasa secara rutin setiap hari, dengan menahan nafas dari hidung, hasil yang didapat
Peningkatan VO2Max (kapasitas oksigen murni di paru-paru) dan body fitness kesegaran tubuh dan system kekebalan tubuh meningkat, posisi berbaring pasrah minimal 10 menit menghasilkan tubuh yang sangat lentur dan pembentukan postur tubuh yang bagus.

Sekian terima kasih

Sagiran

Budaya duduk simpuh

18 Oktober 2008 - Leave a Response

Sikap duduk yang terbaik dalam melakukan berbagai aktifitas seperti nonton TV, membaca, belajar, makan, minum dan lainnya adalah dengan duduk pembakaran atau disebut duduk simpuh.

Sesungguhnya, di dalam tubuh manusia terdapat sejumlah “tombol”. salah satunya adalah tombol pembakaran yang terletak di pangkal telapak kaki atas, antara jempol dan telunjuk.  Tombol pembakaran jika ditekan agak lama dan keras akan menimbulkan polarisasi medan magnet di telapak kaki kita sehingga terjadi konversi energi negatif menjadi energi pembakaran yang berguna untuk membakar asam urat, gula darah,  kolesterol, asam laktat, crystal oxalate dan racun tubuh di jaringan telapak khaki.

Ketika kita melakukan duduk pembakaran dengan benar maka akan terjadi perubahan warna di telapak kaki kita, mulai dari ungu, biru tua, hingga hitam. Dan setelah benar-benar mengalami proses pembakaran, telapak kaki kita akan berwarna merah delima serta terasa hangat ketika diraba.  Pada orang yang sedang terserang flu, pilek, atau keracunan obat, biasanya telapak kakinya akan terasa dingin, berkeringat, serta pucat, juga berwarna ungu hingga kehitaman.

Lakukan duduk seperti ini minimal 20 menit sehari agar kita mendapatkan kesegaran tubuh yang prima dan jauh dari beragam penyakit.

Manfaat Duduk Simpuh

2 Agustus 2008 - Satu Tanggapan

Duduk Simpuh diatas 15 menit akan memberikan manfaat untuk :

Duduk Simpuh jika dilakukan diatas 15 menit akan bermanfaat untuk membakar asam urat, kolesterol, gula darah, lemak, virus,  bakteri dan racun tubuh lainnya, pada saat duduk simpuh setelah 15 menit akan terjadi proses detok racun-racun atau sampah tubuh akan terbakar hal ini berupa perubahan warna pada telapak kaki…jika berwarna pucat dan dingin berarti anda sedang mengalami flu, jika berwarna ungu dan cendrung kehitam-hitaman itu menunjukan racun dari makanan, obat kimia yang harus dikeluarkan, sebaiknya duduknya diteruskan sampai telapak kaki berwarna merah delima dan terasa hangat hal itu berarti telah terjadi proses pembakaran racun, virus dan bakteri yang membuat tubuh tidak nyaman, kaki akan mati rasa dan kesemutan dan badan akan berkeringat setelah itu lanjutkan dengan duduk perkasa untuk membuang sampah dan racun tersebut dengan duduk diatas kedua punggung kaki yang ditegakan syaratnya semua jari harus menekuk, lakukan duduk perkasa ini selama kurang lebih 10 menit. semoga mendapat manfaat.terima kasih

Dahsyatnya Duduk Simpuh

2 Agustus 2008 - Leave a Response

Duduk Simpuh atau disebut duduk pembakaran atau duduk Iftirosh atau juga bisa disebut duduk sinden merupakan salah satu duduk yang sangat canggih, memiliki effect yang luar biasa dan manfaat yang mengagumkan untuk merawat kesehatan tubuh manusia dengan cara yang murah, mudah, tetapi efektif. Jika kita lihat siapa sih yang mengamalkan duduk ini dan yang menjadikannya habit dalam kehidupan sehari-harinya ? yuk kita lihat budayanya orang Jepang, di Jepang, duduk ini dikenal sebagai duduknya pahlawan, pada setiap acara minum teh sering kita lihat ditayangan tv atau di film-film,  posisi duduknya kalau kita perhatikan mereka melakukan  duduk simpuh yaitu duduk yang bertumpu pada kedua punggung kaki, dimana berat badan bertumpu pada punggung kaki. Nah sebelum saya bercerita lebih lanjut yuk kita coba duduknya duduk simpuh.

Hello world!

2 Agustus 2008 - Satu Tanggapan

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.